Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. Faktanya, komunitaslah yang menopang manusia.
Memiliki rasa memiliki dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa makna dan tujuan. Sejak usia muda, kebanyakan orang dengan mudah membentuk kelompok pertemanan melalui sekolah, klub, dan kegiatan olahraga.
Seiring bertambahnya usia, banyak orang merasa terlalu sibuk untuk terlibat dengan komunitas mereka, atau mereka mungkin pindah ke tempat baru di mana mereka harus membangun komunitas baru sebagai orang dewasa.
Untuk orang dengan gangguan pendengaran, bisa jadi sulit untuk berinteraksi dengan teman dan orang terkasih, sehingga sulit untuk merasa menjadi bagian dari komunitas lokal. Faktanya, "kehilangan pendengaran dikaitkan dengan risiko kesepian dan isolasi sosial yang lebih tinggi." Ketika pendengaran seseorang terganggu, akan sulit untuk mendengar percakapan dengan baik di tempat umum. Banyak orang mungkin menjadi putus asa dan menarik diri dari situasi untuk menghindari stres dan rasa malu.
Terkait dengan tantangan tersebut, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa "status pendengaran berhubungan negatif dengan tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi". Karena gangguan pendengaran membuat seseorang semakin sulit untuk terlibat dalam komunitasnya dan merasakan dukungan serta rasa memiliki yang diberikan oleh komunitas, mereka mungkin mulai merasa terisolasi dan tertekan oleh situasi tersebut.
Namun mengingat kita sebagai manusia memiliki kebutuhan bawaan untuk merasa terhubung dan dipahami oleh orang-orang di sekitar kita, temuan ini cukup tidak mengejutkan.
Kabar baiknya adalah bahwa penanganan gangguan pendengaran dengan alat bantu dengar telah terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan berkomunikasi seseorang. Bahkan, pengguna alat bantu dengar melaporkan adanya peningkatan dalam hal-hal berikut:
- Kemampuan berkomunikasi secara efektif
Alat bantu dengar memungkinkan Anda mendengar percakapan di sekitar Anda dengan jelas, membuat Anda merasa lebih percaya diri dalam percakapan dan aktivitas sehari-hari.
- Kualitas hidup secara keseluruhan
Karena alat bantu dengar meningkatkan kemampuan Anda berkomunikasi secara efektif, Anda secara alami merasa lebih percaya diri untuk tetap aktif dan terlibat dalam aktivitas yang Anda sukai. Dengan mampu terlibat dengan percaya diri dalam aktivitas favorit Anda, kualitas hidup Anda secara keseluruhan dapat meningkat.
- Kemauan untuk berbicara dan terlibat dalam percakapan
Kebanyakan orang dengan gangguan pendengaran sudah tidak asing lagi dengan perasaan ingin menarik diri dari percakapan karena ketidakmampuan mereka untuk mendengar dengan baik. Saat Anda memakai alat bantu dengar, kemampuan baru Anda untuk mendengar dengan jelas akan membuat Anda bersemangat untuk mengobrol dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar Anda.
- Kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok
Jika gangguan pendengaran membuat Anda tidak ikut pertandingan tenis bersama teman-teman atau bermain permainan papan mingguan, maka mengenakan alat bantu dengar kemungkinan akan membuat Anda lebih bersemangat untuk kembali melakukan aktivitas favorit Anda lagi.
- Peningkatan kinerja kerja
Peningkatan kemampuan mendengar Anda kemungkinan akan meningkatkan kemampuan Anda untuk berpartisipasi dalam pertemuan tim dan mengikuti rapat penting.
Manfaat mendengar yang lebih baik jauh lebih besar daripada keraguan awal untuk mencoba sesuatu yang baru. Bayangkan betapa lebih baiknya perasaan Anda saat dapat menikmati percakapan dan kegiatan kelompok lagi. Pendengaran yang lebih baik berarti kualitas hidup yang lebih baik bagi Anda dan orang-orang yang Anda cintai.
Referensi:
Kotifani, Aislinn. โApa yang Dapat Kita Pelajari tentang Ketahanan & Komunitas dari Pemimpin Adat.โ Zona Biru, Blue Zones, 12 Februari 2021, www.bluezones.com/2020/06/what-we-can-learn-about-resilience-community-from-indigenous-leaders/.
Kotifani, A. (2 Juni 2020). Persahabatan Santai, Rekan Kerja, dan Bahkan Lingkungan Luar Anda Mempengaruhi Kesehatan AndaZona Biru. https://www.bluezones.com/2020/04/casual-friendships-coworkers-and-even-your-outer-circle-influence-your-health/.
Shukla, A., Harper, M., Pedersen, E., Goman, A., Suen, JJ, Price, C., Applebaum, J., Hoyer, M., Lin, FR, & Reed, NS (2020). Gangguan Pendengaran, Kesepian, dan Isolasi Sosial: Tinjauan Sistematis. Bedah THTโkepala dan leher : jurnal resmi American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery,ย 162(5), 622โ633. https://doi.org/10.1177/0194599820910377
Nachtegaal, J., Smit, JH, Smits, C., Bezemer, PD, van Beek, JH, Festen, JM, & Kramer, SE (2009). Hubungan antara status pendengaran dan kesehatan psikososial sebelum usia 70 tahun: hasil dari survei nasional berbasis internet tentang pendengaran. Telinga dan pendengaran,ย 30(3), 302โ312. https://doi.org/10.1097/AUD.0b013e31819c6e01
Marketrak 10, Market Research, Inc.

